Pulang Kampung Semarang - Sarilamak
(Sumatera Barat)
Pulang kampung adalah momen yang paling ditunggu-tunggu semua orang yang
sekolah, kuliah, kerja jauh dari kampung halaman. Apalagi untuk orang yang
kampung halamannya jauh dari tempat tinggalnya sekarang. Seperti saya, saya pergi
kuliah jauh-jauh dari Pulau Sumatera terbang ke Pulau Jawa demi menuntut ilmu.
Saya kuliah di Kota Semarang, Jawa Tengah, ribuan kilometer dari rumah saya
di Sarilamak. Mungkin kalau saya tanya kepada orang di Jawa Kota Sarilamak itu
dimana mungkin tidak banyak yang tau. Sarilamak adalah sebuah kota kecil di
pulau Sumatera tepatnya Sumatera Barat yang merupakan ibukota dari Kabupaten
Lima Puluh Kota.
Ini adalah pengalaman saya pertama kali pulang kampung pada bulan suci
ramadhan, tepatnya pada tanggal 5 Ramadhan (masih awal puasa). Perjalanan saya
ini memakan waktu kurang dari 24 jam, kira-kira 20 jam. Transportasi yang saya
gunakan adalah : kereta api - bajaj - DAMRI – pesawat terbang - angkutan
travel
Saya berangkat dari kostan (tembalang) kira-kira jam 4 sore bersama seorang sahabat
yang kebetulan orang Semarang yang ingin pulang ke rumahnya yang tidak jauh
dari stasiun kereta tujuan saya. Sampai di stasiun kira-kira jam lima sore
(agak lama dari waktu tempuh standar karena mampir sebentar ke kontrakan temannya
sahabat saya).
Di stasiun saya bertemu sahabat yang kebetulan satu jurusan di
kampus, dia bersama temannya yang lain juga ingin pulang kampung. Karena ada teman
mengobrol rasanya jadi tidak bosan juga menunggu kereta yang berangkatnya masih
jam tujuh malam. Kira-kira jam setengah enam kami keluar stasiun mencari tempat
untuk berbuka puasa. Selesai berbuka kami pun masuk kembali ke stasiun dan
shalat di mushola stasiun dan kemudian langsung naik kereta menuju Stasiun
Pasar Senen, Jakarta.
Tidak kerasa perjalanan naik kereta yang cukup melelahkan berakhir juga
lebih kurang 8 jam kemudian. Saya sampai di Stasiun Pasar Senen jam tiga pagi
dan langsung ke stasiun gambir naik bajaj. Dari gambir saya naik DAMRI ke
bandara Soetta dan sampai di Soetta sekitar jam lima.
Sesampainya di bandara saya shalat terlebih dahulu kemudian
check in dan naik pesawat kira-kira jam
tujuh. Sampai di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang jam setengah sepuluh.
Langsung naik travel yang langsung diantar ke rumah. Dan akhirnya saya sampai
di rumah dengan selamat kira-kira jam satu siang.
Berikut saya bagikan rincian biaya yang saya habiskan dalam perjalanan kali
ini :
Kereta api ekonomi Tawang Jaya = 90.000
Bajaj dari Stasiun Pasar Senen - Gambir = 15.000
DAMRI ke bandara Soetta= 30.000
Pesawat Citilink Soetta – BIM = 420.000
Travel = 65.000
Makan dan minum di perjalanan = 30.000
Jadi kalau dijumlahl kurang dari 700.000 rupiah. Cukup murah kalau dibandingkann
dengan pilihan alat transportasi lain.
Sekian postingan saya kali ini. Assalamu'alaikum ^^