Beranda

Faktor Penyebab Penyakit Jantung


Menurut informasi dari Persatuan Jantung Amerika, ada sepuluh perkara yang menyebabkan seseorang mempunyai risiko untuk mengidap penyakit jantung, yaitu sebagai berikut :

  1. Sejarah Keluarga. Seseorang mempunyai kemungkinan memiliki pembuluh darah yang sempit karena faktor keturunan, yaitu karena keluarga dekatnya pernah atau mempunyai masalah dengan jantungnya.
  2. Stres dan Sikap serta Kepribadian yang Menghasilkan Stres. Ketegangan, stres dan sikap yang agresif memberikan tekanan kepada jantung. Dalam keadaan stres, hormon dalam tubuh secara otomatis akan bereaksi dan mempercepat denyut jantung dan menaikkan tekanan darah.
  3. Kurang kegiatan tubuh. 
  4. Tekanan darah tinggi.
  5. EKG yang abnormal. EKG adalah alat pemerikasaan yang dapat menunjukkan adanya penyakit jantung, hingga dapat menunjukkan kemungkinan untuk penyumbatan pembuluh darah dan pembesaran jantung, bahkan serangan jantung.
  6. Kegemukan. 
  7. Merokok. 
  8. Kolesterol.
  9. Trigliserida (Lemak dalam Darah).
  10. Kadar Gula dalam Darah yang Tinggi.
Inti dari penyebab-penyebab penyakit jantung diatas adalah adanya penyumbatan dalam saluran peredaran darah yang mengakibatkan darah tidak mengalir dengan baik. Oleh karena itu maka kita sebagai manusia hendaklah menjaga diri kita agar terhindar dari perkara-perkara diatas supaya jantung kita sehat dan dapat hidup dengan tenang.



Dikutip dan diolah dari buku "OLAH RAGA SUMBER  KESEHATAN" tulisan dr. Kathleen Liwijaya Kuntaraf dan Dr. Jonathan Kuntaraf.

Pulang Kampung


Pulang Kampung Semarang - Sarilamak (Sumatera Barat)

Pulang kampung adalah momen yang paling ditunggu-tunggu semua orang yang sekolah, kuliah, kerja jauh dari kampung halaman. Apalagi untuk orang yang kampung halamannya jauh dari tempat tinggalnya sekarang. Seperti saya, saya pergi kuliah jauh-jauh dari Pulau Sumatera terbang ke Pulau Jawa demi menuntut ilmu.

Saya kuliah di Kota Semarang, Jawa Tengah, ribuan kilometer dari rumah saya di Sarilamak. Mungkin kalau saya tanya kepada orang di Jawa Kota Sarilamak itu dimana mungkin tidak banyak yang tau. Sarilamak adalah sebuah kota kecil di pulau Sumatera tepatnya Sumatera Barat yang merupakan ibukota dari Kabupaten Lima Puluh Kota.

Ini adalah pengalaman saya pertama kali pulang kampung pada bulan suci ramadhan, tepatnya pada tanggal 5 Ramadhan (masih awal puasa). Perjalanan saya ini memakan waktu kurang dari 24 jam, kira-kira 20 jam. Transportasi yang saya gunakan adalah : kereta api - bajaj - DAMRI – pesawat terbang - angkutan travel
Saya berangkat dari kostan (tembalang) kira-kira jam 4 sore bersama seorang sahabat yang kebetulan orang Semarang yang ingin pulang ke rumahnya yang tidak jauh dari stasiun kereta tujuan saya. Sampai di stasiun kira-kira jam lima sore (agak lama dari waktu tempuh standar karena mampir sebentar ke kontrakan temannya sahabat saya).

Di stasiun saya bertemu sahabat yang kebetulan satu jurusan di kampus, dia bersama temannya yang lain juga ingin pulang kampung. Karena ada teman mengobrol rasanya jadi tidak bosan juga menunggu kereta yang berangkatnya masih jam tujuh malam. Kira-kira jam setengah enam kami keluar stasiun mencari tempat untuk berbuka puasa. Selesai berbuka kami pun masuk kembali ke stasiun dan shalat di mushola stasiun dan kemudian langsung naik kereta menuju Stasiun Pasar Senen, Jakarta.

Tidak kerasa perjalanan naik kereta yang cukup melelahkan berakhir juga lebih kurang 8 jam kemudian. Saya sampai di Stasiun Pasar Senen jam tiga pagi dan langsung ke stasiun gambir naik bajaj. Dari gambir saya naik DAMRI ke bandara Soetta dan sampai di Soetta sekitar jam lima.
Sesampainya di bandara saya shalat terlebih dahulu kemudian check in dan naik pesawat kira-kira jam tujuh. Sampai di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang jam setengah sepuluh. Langsung naik travel yang langsung diantar ke rumah. Dan akhirnya saya sampai di rumah dengan selamat kira-kira jam satu siang.

Berikut saya bagikan rincian biaya yang saya habiskan dalam perjalanan kali ini :
Kereta api ekonomi Tawang Jaya = 90.000
Bajaj dari Stasiun Pasar Senen - Gambir = 15.000
DAMRI ke bandara Soetta= 30.000
Pesawat Citilink Soetta – BIM = 420.000
Travel = 65.000
Makan dan minum di perjalanan = 30.000
Jadi kalau dijumlahl kurang dari 700.000 rupiah. Cukup murah kalau dibandingkann dengan pilihan alat transportasi lain.
Sekian postingan saya kali ini. Assalamu'alaikum ^^